Pages

Saturday, 13 November 2010

Tanda-tanda lemah iman

Tanda-tanda Lemah Iman
  1. Terus menerus melakukan dosa dan tidak merasa bersalah
  2. Berhati keras dan tidak berminat untuk membaca Al-Qur'an
  3. Berlambat-lambat dalam melakukan kebaikan, seperti terlambat untuk melakukan shalat
  4. Meninggalkan sunnah
  5. Memiliki suasana hati yang goyah, seperti bosan dalam kebaikan dan sering gelisah
  6. Tidak merasakan apapun ketika mendengarkan ayat Al-Qur'an dibacakan, seperti ketika Allah mengingatkan tentang hukumanNya dan janji-janjiNya tentang kabar baik.
  7. Kesulitan dalam berdzikir dan mengingat Allah
  8. Tidak merasa risau ketika keadaan berjalan bertentangan dengan syari'ah
  9. Menginginkan jabatan dan kekayaan
  10. Kikir dan bakhil, tidak mau membagi rezeki yang dikaruniakan oleh Allah
  11. Memerintahkan orang lain untuk berbuat kebaikan, sementara dirinya sendiri tidak melakukannya.
  12. Merasa senang ketika urusan orang lain tidak berjalan semestinya
  13. Hanya memperhatikan yang halal dan yang haram, dan tidak menghindari yang makruh
  14. Mengolok-olok orang yang berbuat kebaikan kecil, seperti membersihkan masjid
  15. Tidak mau memperhatikan kondisi kaum muslimin
  16. Tidak merasa bertanggung jawab untuk melakukan sesuatu demi kemajuan Islam
  17. Tidak mampu menerima musibah yang menimpanya, seperti menangis dan meratap-ratap di kuburan
  18. Suka membantah, hanya untuk berbantah-bantahan, tanpa memiliki bukti
  19. Merasa asyik dan sangat tertarik dengan dunia, kehidupn duniawi, seperti merasa resah hanya ketika kehilangan sesuatu materi kebendaan
  20. Merasa asyik (ujub) dan terobsesi pada diri sendiri
Hal-hal berikut dapat meningkatkan keimanan kita:
  1. Tilawah Al-Qur'an dan mentadabburi maknanya, hening dan dengan suara yang lembut tidak tinggi, maka Insya Allah hati kita akan lembut. Untuk mendapatkan keuntungan yang optimal, yakinkan bahwa Allah sedang berbicara dengan kita.
  2. Menyadari keagungan Allah. Segala sesuatu berada dalam kekuasaannya. Banyak hal di sekitar kita yang kita lihat, yang menunjukkan keagunganNya kepada kita. Segala sesuatu terjadi sesuai dengan kehendakNya. Allah maha menjaga dan memperhatikan segala sesuatu, bahkan seekor semut hitam yang bersembunyi di balik batu hitam dalam kepekatan malam sekalipun.
  3. Berusaha menambah pengetahuan, setidaknya hal-hal dasar yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti cara berwudlu dengan benar. Mengetahui arti dari nama-nama dan sifat-sifat Allah, orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang berilmu.
  4. Menghadiri majelis-majelis dzikir yang mengingat Allah. Malaikat mengelilingi majels-majelis seperti itu.
  5. Selalu menambah perbuatan baik. Sebuah perbuatan baik akan mengantarkan kepada perbuatan baik lainnya. Allah akan memudahkan jalan bagi seseorang yang bershadaqah dan juga memudahkan jalan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan. Amal-amal kebaikan harus dilakukan secara kontinyu.
  6. Merasa takut kepada akhir hayat yang buruk. Mengingat kematian akan mengingatkan kita dari terlena terhadap kesenangan dunia.
  7. Mengingat fase-fase kehidupan akhirat, fase ketika kita diletakkan dalam kubut, fase ketika kita diadili, fase ketika kita dihadapkan pada dua kemungkinan, akan berakhir di surga, atau neraka.
  8. Berdo'a, menyadari bahwa kita membutuhkan Allah. Merasa kecil di hadapan Allah.
  9. Cinta kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala harus kita tunjukkan dalam aksi. Kita harus berharap semoga Allah berkenan menerima shalat-shalat kita, dan
    senantiasa merasa takut akan melakukan kesalahan. Malam hari sebelum tidur, seyogyanya kita bermuhasabah, memperhitungkan perbuatan kita sepanjang
    hari itu.
  10. Menyadari akibat dari berbuat dosa dan pelanggaran. Iman seseorang akan bertambah dengan melakukan kebaikan, dan menurun dengan melakukan
    perbuatan buruk.
  11. Semua yang terjadi adalah karena Allah menghendaki hal itu terjadi. Ketika musibah menimpa kita, itupun dari Allah.
wallahua'lam.


Thursday, 11 November 2010

Combatin negative thinking!

This post was kindly written by Dynamic Muslimah. Jazak Allah.



To be a productive, dynamic muslim,it is extremely important that we inculcate a mindset of positivity. A mindset of positivity leads to proactivity and eventually leads to creating a productive life. If the mindset of positivity is missing, and we are negative and self loathing, and have no hope, do you ever think we would have the enthusiasm to do things and be productive?
I decided to write on negative self-talk, since many people complain that they have started being organized etc, only to fail in following through. And some people say that they start of with being so productive, only to get down and out again. The root of this problem is negative self talk.

If you're like most people, you engage in negative self talk quiet a bit. Infact, it happens a whole lot more than you realize. Negative talk puts limitations on your life, it drains your energy and instead of wanting to feel productive, you give up feeling despondent.

One of the greatest secrets to being a productive person is letting go your negative self-talk and switching to positivity. Behind that door of negativity, there is a brighter, happier, productive life waiting for you.

Where does the negative thinking come from?
First and foremost negative talk comes from shaytaan. He is your enemy, and you may not believe it, but shaytaan makes you procrastinate and detours you from your mission. He stalls you, puts you off from your mission, and makes you find reasons of why you can't do a certain task and finds every way to sabotage you.
Secondly being in judging mode all the time is where negative talks stem from. We are always judging ourselves, others, those we know personally and those we don't. We judge everyone from Barack Obama(is he doing a good job?), to a brothers haircut (he thinks he looks cool) and a sisters outfit (she so doesnt look good). And in turn we continuously judge and criticise ourselves(I'm not good enough, I'll never succeed, I hate my life). It eventually becomes an unconscious habit we dont realize we are doing.

Enough is enough

There are wonderful things you want to do with your life, but the negativeness in your mind is deeply rooted in to you and holding you back. The good news is you have the power to switch to a positive mindset! And it is possible and not difficult!

1)Make Dua
Ask Allah to protect you from shaytaan. The Prophet (s.a.w) frequently made the following supplication: "Oh Allah, I seek your protection from, alajz" – which means the inability to do something. And when someone said, "I can’t do that," The Prophet(s.a.w) would seek protection from such negative speech by adding: "and I seek your protection (Oh Allah) from alkasl"- which is translated as laziness.

2) Have a soft compassionate approach.
We need to develop and cultivate a mindset of compassion, which encourages us and motivates us to do more. Have compassion on ourselves instead of continuously criticising and harshly judging ourselves and others. Take note that I am not suggesting a mindset that allows us to be too easy on ourselves and allows us to slack. That is far from my message and that is from shaytaan. I am suggesting a mindset of compassion, where if we fail, we pick ourselves up, and try again. A mindset where we honestly scan our lives, see our faults and make commitments to improve and follow through with improving even when we stumble and make mistakes. A mindset where we talk positively to ourselves and strive to be better. We should never let our negativeness, or anybody else's negativeness stop our worthy purpose and affect our lives. Having this compassion, and hope, sets the wheels in motion to a productive life.

A small child who becomes frustrated while trying to learn, is encouraged with kind words, encouragement and compassion. Critically judging and picking on the child, would stifle his ability to learn, yet by being compassionate and encouraging, he blossoms and becomes more enthusiastic and productive. This is the type of gentleness and compassion you should exercise on yourself and others.Give yourself the highest praise for the smallest bit of progress you have made.

As you integrate this new habit in your life, you will see amazing changes that happen. The less you judge others, the less you will judge yourself.

You need to stop being negative and fuel your life with a compassionate persistance. You need to give up negative self talk today, right now.Get off that coach, pick yourself up, your life is waiting. Have hope in Allah, have hope in yourself and switch to a positive , proactive mindset. Then Allah will empower you to reach your goals and help you create for yourself a productive dynamic life.

Remember life is a blank canvas, you have the choice to paint it with beautiful, bright colors; or dead,dull colors. Whatever it is my dear brother/sister, you have the choice!

Monday, 8 November 2010

Dzikrullah




“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan lanjut dan bumi (seraya berkata), “Ya Robb kami, tiadalah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka dipeliharalah kami dari siksa neraka.”
(QS.3:190-191)

Memelihara kedamaian hati
 
Salah satu tanda kepribadian seorang muslim itu adalah berzikir. Kita dianjurkan berdzikir setiap saat, dari bangun hingga tidur kembali. Secara harfiah, arti dzikir adalah mengingat Allah dengan menyebut nama-nama-Nya. 

Insya Allah, dengan membiasakan lidah untuk mengucap kalimat-kalimat thayyibah, akan semakin mempertinggi ma'rifat kita kepada Allah swt. Dengan dekat kepada Allah, hati jadi tenang. Berikut ini adalah tujuh kalimat thayyibah yang harus menjadi penghias bibir umat setiap waktu. 

1. Bismillahirrahmanirrahim. 
Diucapkan setiap kita mengawali segala perbuatan. InsyaAllah, jika lidah kita terbiasa, perbuatan ini sudah menjadi refleks kita, maka akan lebih mudah bagi kita untuk menjaga diri dari perbuatan buruk. Karena senantiasa kita diingatkan bahwa ada Allah yang melihat perbuatan kita. 

Kalimat ini sekaligus mengingatkan kita, bahwa segala sesuatu adalah milik Allah, termasuk diri kita yang hina ini. Juga setiap perbuatan kita, hendaknya semua berada di garis yang ditetapkan Allah. Dalam sebuah hadis Rasulullah menyatakan, "Bahwa setiap perbuatan baik yang tidak dimulai dengan kalimat basmalah, maka perbuatan itu tak berkah."

2. Alhamdulillah
Inti dari ucapan dzikir ini adalah ungkapan rasa syukur atas kurnia dan rahmat Allah swt. Sesungguhnyalah, pancaran perasaan syukur adalah energi kehidupan yang sangat besar bagi manusia. Mereka yang paling banyak bisa bersyukur, bererti telah memiliki yang terbanyak dibanding orang lain. Mengenai hal ini difirmankan dalam QS. Ibrahim ayat 7, bahwa Allah akan menambah rahmat nikmat-Nya kepada mereka yang mampu bersyukur. 

Dengan mengucap kalimat ini setiap selesai melakukan satu pekerjaan, manusia seakan menguatkan keyakinannya bahwa tak akan pernah terjadi sesuatupun tanpa campur tangan Allah. Jika sesuatu itu baik, dirasakan sebagai pertolongan Allah. Jika sesuatu itu kurang baik, tetap disyukuri dengan berkeyakinan bahwa itupun sudah lebih baik dari pada tidak sama sekali. 

Dan manakala seseorang telah terbiasa mengucap syukur untuk hal-hal yang kecil, maka ketika Allah menganugerahkan nikmat yang sedikit lebih besar, maka kenikmatan yang dirasakan orang tersebut akan berlipat ganda. 

3. Astaghfirullah
Difirmankan dalam QS. Ali Imran 135,

"Orang-orang yang berbuat kekejian atau menzalimi dirinya lalu ingat kepada Allah, maka minta ampunlah untuk mereka atas dosa-dosa yang dilakukan." 

Sungguh Maha Suci Allah Yang Maha Sempurna. Setelah Ia ciptakan manusia sebagai makhluk hidup yang secara sunnatullah bisa berbuat khilaf, sekaligus Ia berikan 'ubat' bagi kekhilafan tersebut. Bagi mereka yang pandai meminum ubat ini, maka mereka tak akan terserang penyakit hati yang lebih serius. Allah Maha Pengampun, terutama bagi siapapun yang segera bertobat begitu sadar telah berbuat khilaf. 

Ummat Islam harus membasahkan bibir mereka dengan istighfar ini, sehingga noda-noda dosa yang sempat menempel sedikit demi sedikit setiap hari tidak segera menumpuk menjadi noktah hitam yang tebal. Semakin lama noda-noda ini tertumpuk, akan menjadi semakin sulit untuk menghilangkannya. Maka benarlah bahwa kebanyakan kesalahan besar berawal dari  kekeliruan-kekeliruan kecil yang tidak dibenari. 

Sayangnya, seringkali manusia terlambat menyadari kekhilafannya itu. Untuk menghindari keterlambatan taubat, maka dianjurkan untuk istiqamah mengucapkan zikir ini setiap hari, terutama setelah shalat, walau dirasakan tak ada kesalahan yang diperbuat. Rasulullah saw sendiri, yang sudah dijamin ma'shum, (terjaga dari dosa), dalam sehari mengucap istighfar setidaknya 100 kali. 

4. Insya Allah
Diucapkan ketika seseorang berniat hendak melakukan sesuatu di masa yang akan datang. Zikir ini akan mengingatkan kita, bahwa kehendak Allah adalah di atas segalanya. Tak seorangpun mengetahui apa yang akan terjadi detik setelah ini. Itu sebabnya, tak akan pernah ada janji yang diikat 100 % antar manusia, kecuali dengan menambahkan kalimat, Insya Allah (QS. Al Kahfi, 23-24). 

Sayangnya, banyak orang mempergunakan kalimat ini secara keliru, hingga berkembang anggapan bahwa kalimat mulia ini diucapkan sebagai kelonggaran untuk tidak menepati janji. Perbuatan umum ini banyak menggejala dalam sebagian masyarakat, sehingga membuat banyak orang memandang negatif kalimat ini. 

Adalah tanggung jawab kita bersama, kaum muslim, untuk meluruskan pandangan ini. Dimulai dengan diri kita sendiri. Mari kita buktikan bahwa ucapan Insya Allah bukan berarti niat untuk melanggar. Akan tetapi sebagai ikatan janji yang sudah pasti akan ditepati secara logika manusia, disertai kepasrahan terhadap kehendak Allah yang sewaktu-waktu bisa
membuyarkan rencana. 

5. Laa Haula walaa quwwata illaa billaah.
Zikir yang merupakan pengakuan terhadap kefanaan manusia dan ke-Maha Kuasanya Allah ini diucapkan ketika seseorang mengambil keputusan (ber'azam). Kalimat thayibah ini adalah pancaran dari sikap tawakal seseorang. Setelah berupaya nyata mempertimbangkan, maka ketika keputusan diambil, dilanjutkan dengan tawakal kepada Allah, yang dinyatakan dalam sikap menerima resiko apapun yang terjadi nantinya akibat diputuskannya keputusan tadi. (Qs Ali >Imran : 159). 

6. Laa Ilaaha Illallah
Banyak hadis nabi Muhammad yang menyebutkan keutamaan kalimat thayibah ini. Bahkan disebutkan pula sebagai kunci pintu syurga. Dalam prakteknya, masih banyak muslim yang terus menerus melafalkan kalimat ini dalam setiap kesempatan, sayangnya, masih hanya sekedar refleks bibir saja. 

Padahal, andai seseorang mengucapkan dzikir ini sembari mengupas hikmahnya, sungguh nikmat dan manfaatnya akan diperoleh tiada habis-habisnya. Karena penjabaran arti dari kalimat ini begitu luasnya. Dan manfaatnya pun bisa dirasakan di setiap waktu dan dalam kondisi apapun. Intinya satu; mengingat kebesaran Allah SWT. 

7. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun
Sungguh benar bahwa manusia adalah milik Allah, dan setiap inci pergerakan tubuhnya beradadalam genggaman Nya. Namun kenyataan bahwa segala sesuatu itu pasti kembali kepada pemiliknya, Allah SWT, tak jarang sulit untuk bisa diterima manusia. Zikir yang diucapkan di saat menghadapi musibah ini akan membantu kita untuk mengingat akan hal ini.
Insya Allah, dengan membiasakan meresapi hikmah kalimat ini, kita menjadi lapang dada dalam menghadapi setiap peristiwa, seburuk apapun, yang sudah menjadi takdir kita. Semakin dalam seseorang menghayati hikmah zikir ini, semakin ringan dia menghadapi kehidupan yang berat ini, tanpa harus menghadapi stress maupun depresi

wallahua'lam. :)

Sunday, 7 November 2010

The first 10 days!!!


The first ten days of Dhul-Hijjah are the most beloved to Allah.

The Prophet testified to that. He said:

There are no days in which righteous deeds are more beloved to Allah than these ten days. (Bukhaari).


WHAT ACTIVITIES IN THESE 10 DAYS WILL BRING THE REWARD OF JANNAH?

Obviously, Hajj is one of the best deeds that one can do during these ten days. However for those of us who were not invited to His House this year, there are still many, good deeds that one can do and earn the Pleasure of Allah.

Some of these are:


1) Fast all nine days and especially fast the Day of Arafah


The Prophet (PBUH) said:

Anyone who fasts for one day for Allah’s pleasure, Allah will keep his face away from the (Hell) fire for (a distance covered by a journey of) seventy years. (Bukhari, Muslim)

The Prophet (PBUH) used to fast on the ninth day of Dhul-Hijjah and he said:

Fasting the Day of Arafah (ninth Dhul-hijjah) is an expiation for (all the sins of) the previous year and an expiation for (all the sins of) the coming year. (Muslim) .


2) Do a LOT of Dhikr and Takbeer


The Prophet (PBUH) said:

There are no days on which good deeds are greater or more beloved to Allah than on these ten days, so recite much Tahleel (saying Laa ilaaha ill-Allaah), Takbeer (saying Allahu Akbar) and Tahmeed (saying Al-hamdu Lillaah).(Ahmad -Saheeh)


Ibn Umar and Abu Hurayrah used to go out in the marketplace during the first ten days of Dhul-Hijjah, reciting Takbeer, and the people would recite Takbeer when they heard them. (Bukhaari)Takbeer at this time is a Sunnah. So recite it in the masjid, in your home, on the street and every place where it is permitted to remember Allah. Revive the Sunnah that have been virtually forgotten and earn great rewards for doing so..The Prophet said: Whoever revives an aspect of my Sunnah that is forgotten after my death, he will have a reward equivalent to that of the people who follow him, without it detracting in the least from their reward. (Tirmidhi- a hasan hadeeth) Men should recite these phrases out loud, and women should recite them quietly.


3) Stand in Night Prayers: (Tahajud, Qiyam al Layl)

Remember the virtues of spending the night in prayer, and its sweetness in Ramadan? Why not revive this beautiful act of worship during these nights as well? Remember, how in the last third of every night, Allah Almighty calls out to us, His servants: Is there anyone to invoke Me, so that I may respond to his invocation? Is there anyone to ask Me, so that I may grant him his request? Is there anyone seeking My forgiveness, so that I may forgive him? (Bukhaari, Muslim).

Why do we miss this golden opportunity? So, seize the chance NOW and expose yourself to His Divine Generosity and Mercy, ask Him to forgive you and guide you and set things aright. He will surely listen.



4) Make Sincere Repentance.


One of the most important action during these ten days is to repent sincerely to Allah and to give up all kinds of disobedience and sin right away because we do not know when we will die and thus become unable to repent, and also because one evil deed leads to another.
  
But what does repentance mean?

It means that you come back to Allah and give up all the deeds, open and secret, that He dislikes. that you regret whatever you did in the past, giving it up immediately and be determined never ever, to return to it, and resolve to adhere firmly to the Truth by doing whatever Allah loves.

It is time now to dust off your copy of the Quraan and return to its refuge. Make it a daily habit, using these 10 days the beginning of a strong and beautiful relationship with it. Read it with meaning, reflect on it, understand it, and then implement it in your daily life.Remember that reading one letter of the Quraan earns you ten rewards.

But as for him who repented, believed and did righteous deeds, then he will be among those who are successful. [Al-Qasas 28:67].


5) Come back to the Quraan


It is time now to dust off your copy of the Quraan and return to its refuge. Make it a daily habit, using these 10 days the beginning of a strong and beautiful relationship with it. Read it with meaning, reflect on it, understand it, and then implement it in your daily life.Remember that reading one letter of the Quraan earns you ten rewards.

In this way, reading Surat Al-Fatihah, which doesn’t take more than two minutes, will give you more than one thousand rewards!

This is on ordinary days, so what about these magnificent days! Certainly the reward will be far greater, Insha Allah.


6) Increase ALL the types of good deeds.


If we are unable to go to Hajj this year, we should occupy ourselves in the worship of Allah; pray extra prayers (Nafilah) recite the Quraan. Make Dhikr of Allah, send Salaams on the Prophet, make dua, give charity, honor our parents, uphold ties of kinship, enjoin what is good and forbid what is evil, and add other good deeds and acts of worship during these days.

So whosoever does good equal to the weight of an atom, shall see it; And whosoever does evil equal to the weight of an atom, shall see it.[Al-Zalzalah 99:7-8].


7) Get the reward of Hajj wherever you are:


You may be unable to do Hajj this year, and you may feel sad. However, you can get the reward of it right where you are.The Prophet said:

Whoever prays Fajr Prayer in congregation, and then sits and remembers Allah until the sun rises, then (after a while) prays two rakas, he will gain a reward equal to that of making perfect Hajj and Umrah.[He repeated the word "perfect" thrice.] (At-Tirmidhi)


8) Slaughter an animal and distribute the meat.


Ibn Umar said: The Prophet lived in Madeenah for 10 years and every year he slaughtered an animal. (Ahmad-Saheeh by al-Albaani)


9) Attend Eid prayers


But remember that Eid prayer is a form of worship and we should avoid unislamic behavior (especially) in dress and in etiquette during these times.


10) Thank Allah



One of the best forms of worshipping Allah Subhaanahu wa Taala is to thank Him, deeply, sincerely and continuously.Alhamdulillah, there is much to be gained in these coming days. Hasten to do good deeds and striving hard in worship .And worship your Lord until there comes unto you the certainty (death).[Al-Hijr 15:99

- PK

PS: Oh there's a cute version of this in this other one website- OSM (click here)

Lets tadabbur!

Surah Al Baqarah 285-286


Rasulullah telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya dan juga orang-orang yang beriman; semuanya beriman kepada Allah dan Malaikat-malaikatNya dan Kitab-kitabNya dan Rasul-rasulNya. (Mereka berkata:) Kami tidak membezakan antara seorang dengan yang lain Rasul-rasulnya. Mereka berkata lagi: Kami dengar dan kami taat (kami pohonkan) keampunanMu wahai Tuhan kami dan kepadaMu jualah tempat kembali.

Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Dia mendapat pahala kebaikan yang diusahakannya dan dia juga menanggung dosa kejahatan yang diusahakannya. (Mereka berdoa dengan berkata): Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau mengirakan kami salah jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau bebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu daripada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunkanlah dosa kami dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir.

Ameen ameen ya rabb...

KELEBIHAN:

Rasulullah SAW bersabda;
” Bahawasanya Allah menutup surah Al-Baqarah dengan dua ayat keduanya diturunkan kepadaku dari gedungnya yang berada di bawah Arasnya. Maka pelajarilah keduanya dan ajarkanlah kepada isteri-isteri dan anak-anakmu, sebab keduanya merupakan doa bacaan dan permohonan ”
(Diriwayatkan oleh Al-Hakim dari Abi Dzar ra)

Untuk perlindungan dari segala kejahatan:
Abu Mas’ud Albadri r.a. berkata: Rasulullah s.a.w. pernah bersabda yang bermaksud “Barangsiapa yang membaca dua ayat dari akhir surat Al-Baqarah, maka cukuplah baginya.” (dari hal-hal yang membencikan dan menurut sebahagian pendapat; sama dengan bersembahyang malam)
(Riwayat Bukhari Muslim)

Friday, 5 November 2010

Muhasabah Diri

Salam everyone! :)

Just wanted to share a video that has a really close personal affinity to me. InsyaAllah, I hope we can all muhasabah (self-reflect upon yourself) and become better muslims. Amin amin! I speak for myself first before I speak for others. All good comes from Allah and the bad comes from me. 

Enjoy! (it's not that long, 5 mins ish ish :p)

Thursday, 4 November 2010

a myriad of different charity that you could do ;)

“Abu Dhar al-Ghafari said: 

“The Messenger of Allah (saw) said:  ‘Sadaqah is prescribed for every person every day the sun rises.’

I said: ‘O Messenger of Allah, from what do we give sadaqah if we do not possess property?’ 

He said: ‘The doors of sadaqah are takbir (Allahu Akbar), Subhan Allah, Alhamdulillah, La-ilaha-ilAllah, Astaghfirullah, enjoining good, forbidding evil, removing thorns, bones and stones from the paths of people, guiding the blind, listening to the deaf and dumb until you understand them, guiding a person to his object of need if you know where it is, hurrying with the strength of your legs to one in sorrow who is appealing for help, and supporting the weak with the strength of your arms. These are all the doors of sadaqah.” 

Subhanallah. I pray that Allah will guide us all to His righteous path. Amin amin amin.

3rd November 2010, QC summary

Assalamualaikum waramahtullahiwabarakatuh brothers and sisters :)

Since a few have been asking about the QC sessions (it's very intriguing, i know :p), I decided to give a summary of yesterday's session. This might be beneficial to the sisters who weren't able to come, InsyaAllah.

As Kaka JD reminded us, please open your hearts and minds before proceeding.

The agenda was more or else the same as last week's, but slightly more organised (i hope). The session started with the recitation of Al-Fatihah, followed by a short reminder for the sisters to correct their 'niat' as to why we gathered. Other aspects of the session was just complementary to the session so that sisters were able to get to know each other better.

The ayat we looked at was Surah Al-Imran, 187-194. Please refer to your tafsirs :)
 Reflections upon it was based on a consensus that knowledge is only beneficial to the believers of Allah for those who have knowledge of Allah are those who will truly appreciate our nikmat and rezeki. Why should we need further proof of Allah's existence when we can just look at our surroundings, the earth, the sea, the sky. How wonderful and magnificent is Allah's creation? Surely science gives us hard evidence about the condensation of clouds, the photosynthesis in plants but why do we not ponder as to why something so simple could make a huge difference to the existence of humanity and civilisation? SubhanAllah. everything created by Allah, surely has it's benefits.

Dhikir was also one of the topics we slightly touched with regards to the ayat. 'Verily in the rememberance of Allah, do hearts find rest.'- Surah Ra'ad; 28

Technology, yet again, has never failed to be of great use to improve our imagination and understanding. A short video was shared with the great soundtrack of Maher Zain's 'Open your eyes' which made an even more transparent message in relation to the ayat.

Continuing from that discussion, a sister shared an asbabul nuzul (the reason why the surah/ayat was descended) This week's session was centred on Surah Al-Kafirun which reinforced our belief that Allah knows everything, even what is in our hearts, even if we do not know ourselves. Subhanallah.

To end the session, I asked the sisters to write a quote or advise and randomly drew out another sister's quote that was to serve as a reminder to yourself.

Alhamdullilah alhamdullilah alhamdullilah :)

Lastly, Astaghfirullah, I would like to apologize if there were instances of confusion and disagreement. All good comes from Allah and the bad comes from myself.

Kind Regards.

Tuesday, 2 November 2010

Manners please!


"Can you press for me level 7... Please," Pinta seorang kiwi (orang New Zealand), semasa kami berada di dalam lif di perpustakaan universiti.

"Sure!" Saya membalas, sambil jari menekan butang di lif.

"Cheers!" Dia membalas.

Dalam satu kejadian lain,
"Excuse me, can you take that for me. Please.." Pinta seorang makcik.

"Which one? This one?" Sambil memegang tin dan menunjukkan kepada makcik yang meminta.

"Yup. Thank you so much, my love!" Oh, hati berbunga, kerana dipanggil 'love'!Sweet lah makcik ni~
Saya bukanlah seorang yang terlalu 'alert', tetapi untuk masa-masa yang tertentu, telinga saya menangkap setiap butir bicara yang dikeluarkan oleh orang sekeliling. Kemudian, saya berfikir dan menilai, lantas belajar tentang erti kehidupan.


*****

Dalam situasi lain, dengan latar masyarakat yang berbeza.

"Mimi, ambil kan buku atas meja," Saya berhenti sekejap. Otak ligat berfikir, memproses ayat yang dikeluarkan oleh rakan sebentar tadi.

Saya diam. Badan bergerak menuju ke arah meja untuk mengambil buku.

"Mimi, buka pintu rumah," Nadanya biasa sahaja. Tiada nada marah, mahupun mengarah. Saya diam. Kad rumah dikeluarkan, pintu dibuka.

Hati memberontak, mahu juga berkata tentang apa yang saya rasa pada kawan sekeliling. Masa senggang yang ada saya ambil untuk membuat perbincangan, dengan harapan sahabat boleh berfikir tentangnya.

"Ijan, perasan tak sesetengah orang ni suka 'memerintah'," Saya memulakan bicara.

"Macam mana?", Dia menyoal untuk mengetahui.

"Kita selalu perasan, kawan-kawan kita jarang nak guna perkataan 'tolong'. Terutama apabila mahukan orang lain membuat sesuatu untuknya. Semua pun nak beri arahan,"

"Kita selalu perasan jugak, kiwi-kiwi kat sini, kalau nak minta tolong daripada orang lain, mesti mereka akan gunakan perkataan, "Please". Kalau tak di awal ayat pun, di akhir ayat mereka pasti akan guna juga perkataan "Please" tu."

Ego kah diri, sebab tak mahu 'diarah'? Bukan. Cuma, merasakan bahawa perkataan yang keluar itu memainkan peranan yang penting dalam menggambarkan si pengeluar perkataan tersebut.

Bukankah tujuannya mahu meminta 'tolong'? Tidak terlalu berat atau susah rasanya untuk menggunakan perkataan 'tolong' tersebut.

Bukankah perkataan 'tolong' itu juga menunjukkan rasa rendah diri. Rendah diri kerana diri sendiri tidak mampu untuk melakukan sesuatu. Jadi, kita bertindak untuk meminta bantuan dan pertolongan daripada orang lain.

Manusia, tiada yang sempurna, malah manusia perlu untuk hidup dalam komuniti supaya setiap kelemahan yang ada di dalam diri individu mampu ditampung oleh individu yang lain.

"Eh, dah lah nak minta tolong orang. Kemudian nak mengarah pula." Detik dia di dalam hati apabila diminta untuk 'tolong' mengambilkan sesuatu. Sedangkan bukanlah dia sedang di'arah' pun, cuma struktur ayat yang keluar menyebabkan dia rasa seperti sedang diarah. Sedangkan, kalau difikir kan pun, tiadalah kawan itu mahu 'mengarah' pun.

Lagi teruk keadaannya apabila permintaan telah dipenuhi, 'terima kasih' tidak dilafazkan.
Terima kasih itu sebagai tanda penghargaan kepada yang telah membantu. Kadang-kadang yang membantu tidaklah mengharapkan sangat perkataan tersebut, tetapi, bukankah itu adab?

Orang berbudi, kita berbahasa..kan?

Tahun lepas banyak turning point kepada diri. Salah satunya adalah insiden yang berlaku semasa perjalanan ke universiti, dengan menaiki bas.

Rakan saya membayar tambang bas kepada pakcik pemandu. Dikatakannya, "University."Seperti biasa, mukanya sentiasa tersenyum, sambil tangan menghulur syiling bernilai NZD1.50. Pakcik tersebut berkata, "Sorry?" Sambil air mukanya berubah. Rakan saya mengulang perkataan yang sama, "University." 

Pakcik tersebut,"Again?"

Ketika itu saya sudah mulai rasa pelik. Di dalam hati, "Eh, teruk sangat ke slang kitorang sampaikan sebut 'university' pun pakcik tu tak dapat nak identify?"

Rakan saya menyebut lagi, "University." Air mukanya tetap tidak berubah, tetap tersenyum. Kemudian, pakcik itu menyebut, "Rude!" Raut mukanya seperti marah, sambil mengambil duit yang dihulurkan oleh rakan tersebut.

Sepanjang dalam perjalanan ke universiti, kami berfikir, kenapa pakcik tersebut marah? Apa yang kami buat?
Lantas, Allah SWT datangkan pengajarannya. Rakan saya berkata, "Mesti sebab kita tak guna perkataan 'please'.

Kalau tak, takkan lah pakcik tu kata 'rude!' tiba-tiba."

Astaghfirullahal'azim. Saya terdiam, memandang ke luar tingkap, sambil berfikir. Berfikir dan bersyukur diatas tunjuk ajar yang telah diberikan oleh Allah SWT.

Hati terdetik, "Mereka ni ada nilai-nilai baik yang diamalkan dalam kehidupan seharian, bukanlah mereka Islam pun. Tetapi, mereka tahu dan amalkan nilai dan adab."

Allahu akbar~ Terima kasih kepada pakcik pemandu bas yang telah 'mengajar' kami nilai dan adab. Hati terasa lembut, tiada langsung rasa mahu marah kerana perkataan "Rude!" yang dikeluarkan.

Marah tiada, tapi terkejut. Langsung, bersyukur kepada Allah SWT yang mahu kami tahu dan belajar tentang erti hidup. Erti hidup yang sebenarnya perlu kepada adab dan nilai hormat kepada orang sekeliling yang telah memberi khidmat dan bantuan.

Jangan ditinggalkan perkataan 'Tolong' dan 'Terima Kasih' dalam hidup sehari-hari! Hakikatnya, kita lemah. Paling tidak pun, kepada Allah SWT perlu untuk kita meminta!


Manners are not born with us, they are acquired.

Monday, 1 November 2010

Erti hidup pada memberi !

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh :D


"Sesungguhnya orang yang menafqahkan hartanya pada waktu malam atau siang, secara terang-terangan atau sulit. Maka bagi mereka adalah pahala di sisi Tuhan mereka. Nescaya mereka takkan rasa takut dan curiga"

Oh it's charity week! As far as we are aware, alhamdulillah charity week is now back in town!!! This is gooooood news innit? It's our chance to give. It's the chance to bersihkan our harta harta itu with keberkatan. It's another chance to make others smile! It's oneof the sunnah!

It's soooooo beautiful, Rasulullah SAW is most famous for this. Don't you know? Especially in the month of Ramadhan, where in this one hadith, Rasulullah SAW will be more pemurah than a blowing wind. Subhanallah! Meringakan beban seorang muslim itu sudah menjadi sedeqah. Even removing one bit of ranting kayu that blocks people's way is another charity.

Nabi Muhammad s.a.w. bersabda : Tangan yang di atas (orang yang memberi) itu lebih baik daripada tangan yang di bawah (yang menerima).

So here you go, Warwick ISOC has managed to arrange this kind of thing for a charity week!

Write it down in your diary! :D This ''love letter'' from Warwick ISOC:

Charity Week is one week in the year, where Islamic societies, colleges and schools from across the country unite to raise money for orphans and needy children around the world!

Check out the trailer: http://www.youtube.com/watch?v=u45P2yCYBzg

The Prophet (Peace be upon him) said: "I and the caretaker of the orphan will enter Paradise together like this, raising (by way of illustration) his forefinger and middle finger jointly, leaving... no space in between." (Sahih al-Bukhari)


Last year Warwick ISoc raised 5000 pounds, lets break this record so we can help even more children!!!


--------************************************-----------


Monday 1st Nov:

- Bucket collection around campus (10 am till 4 pm)
-Our ISoc Wolverine mascot will be going to lecture theatres for collecting charity!

Tuesday 2nd Nov:

-Krispy Kreme sales outside Prayer Hall (if permission granted)
-Bucket collection around campus (10 am till 4pm)

Wednesday 3rd Nov:

-Play Station 3 Football tournament!
-Traditional Photoshoot at Piaza
-Bucket Collection (10 am till 4 pm)

Thursday 4th Nov:

-5 a side Men's Football match
-Talk on "Jesus and Moses (PBUT) in Islam followed by charity collection

Friday 5th Nov:

-Sister's Charity Fashion Show
-Halwa puri breakfast at Prayer Hall

Saturday 6th Nov:

-Sister's open house (hosted by Ayesha).

If you want to volunteer for bucket collections or in organisation then send email to hassanmaitla@gmail.com.


ONE Week, ONE Casue, All the DIFFERENCE!
PS: Venue and Date of some events will updated shortly.
Make sure we don't miss this chance. Oh another sharing: Sedeqah boleh menghindarkan su'ul khotimah. What's su'ul khotimah? Kesudahan yang tidak baik. Don't we just love it to meet Allah in our fitrah? As someone who has faith? To meet Allah in the best way possible. Insha Allah.



Hayati liriknya. Even a smile brothers and sisters.

Oh smile is another act of charity. Let that big smile decorate our faces from now on!!!! Oh hopefully not just a week for that. But, lets make it till the end of our life. This reminds me of one story called "Laskar Pelangi" and a quote in that story that insha Allah would encourage us to give.


"Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyak nya bukan untuk meminta sebanyak-banyaknya" 

Charity week, here we come!!!

PS: This blog is also another act of giving, insha Allah lets make it alive by sharing ideas, asking questions, sharing verses from Al Quran and hadith? Looooking forward for more? STAY tune, and lets amalkan what we read and learn!!!! Spread the loveeeeeeeeeee.